Pernyataan Sikap Sastrawan Ode Kampung

Posted: 21/11/2010 in Manifesto

Serang, Banten,  20-22 Juli 2007

Kondisi Sastra Indonesia saat ini memperlihatkan gejala berlangsungnya dominasi sebuah komunitas dan azas yang dianutnya terhadap komunitas-komunitas sastra lainnya. Dominasi itu bahkan tampil dalam bentuknya yang paling arogan, yaitu merasa berhak merumuskan dan memetakan perkembangan sastra menurut standar estetika dan ideologi yang dianutnya. Kondisi ini jelas meresahkan komunitas-komunitas sastra yang ada di Indonesia karena kontraproduktif dan destruktif bagi perkembangan sastra Indonesia yang sehat, setara, dan bermartabat.

Dalam menyikapi kondisi ini, kami sastrawan dan penggiat komunitas-komunitas sastra memaklumatkan Pernyataan Sikap sebagai berikut:

  1. Menolak arogansi dan dominasi sebuah komunitas atas komunitas lainnya.
  2. Menolak eksploitasi seksual sebagai standar estetika.
  3. Menolak bantuan asing yang memperalat keindonesiaan kebudayaan kita.

Bagi kami sastra adalah ekspresi seni yang merefleksikan keindonesiaan kebudayaan kita dimana moralitas merupakan salah satu pilar utamanya. Terkait dengan itu sudah tentu sastrawan memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat (pembaca). Oleh karena itu kami menentang sikap ketidakpedulian pemerintah terhadap musibah-musibah yang disebabkan baik oleh perusahaan, individu, maupun kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat, misalnya tragedi lumpur gas Lapindo di Sidoarjo. Kami juga mengecam keras sastrawan yang nyata-nyata tidak mempedulikan musibah-musibah tersebut, bahkan berafiliasi dengan pengusaha yang mengakibatkan musibah tersebut.

Demikianlah Pernyataan Sikap ini kami buat sebagai pendirian kami terhadap kondisi sastra Indonesia saat ini, sekaligus solidaritas terhadap korban-korban musibah kejahatan kapitalisme di seluruh Indonesia.

Kami yang menyuarakan dan mendukung pernyataan ini:

01.  Wowok Hesti Prabowo (Tangerang)

02.  Saut Situmorang (Yogyakarta)

03.  Kusprihyanto Namma (Ngawi)

04.  Wan Anwar (Serang)

05.  Hasan Bisri BFC (Bekasi)

06.  Ahmadun Y. Herfanda (Jakarta)

07.  Helvy Tiana Rosa (Jakarta)

08.  Viddy AD Daeri (Lamongan)

09.  Yanusa Nugroho (Ciputat)

10.  Raudal Tanjung Banua (Yogyakarta)

11.  Gola Gong (Serang)

12.  Maman S. Mahayana (Jakarta)

13.  Diah Hadaning (Bogor)

14.  Jumari Hs (Kudus)

15.  Chavcay Saefullah (Lebak)

16.  Toto St. Radik (Serang)

17.  Ruby Ach. Baedhawy (Serang)

18.  Firman Venayaksa (Serang)

19.  Slamet Raharjo Rais (Jakarta)

20.  Arie MP.Tamba (Jakarta)

21.  Ahmad Nurullah (Jakarta)

22.  Bonnie Triyana (Jakarta) MENCABUT TANDA TANGANNYA

23.  Dwi Fitria (Jakarta)

24.  Doddi Ahmad Fauzi (Jakarta)

25.  Mat Don (Bandung)

26.  Ahmad Sumpena (Pandeglang)

27.  Mahdi Duri (Tangerang)

28.  Bonari Nabonenar (Malang)

29.  Asma Nadia (Depok)

30.  Nur Wahida Idris (Yogyakarta)

31.  Y. Thendra BP (Yogyakarta)

32.  Damhuri Muhammad (Jakarta)

33.  Katrin Bandel (Yogyakarta)

34.  Din Sadja (Banda Aceh)

35.  Fahmi Faqih (Surabaya)

36.  Idris Pasaribu (Medan)

37.  Indrian Koto (Yogyakarta)

38.  Muda Wijaya (Bali)

39.  Pranita Dewi (Bali)

40.  Sindu Putra (Lombok)

41.  Suharyoto Sastrosuwignyo (Riau)

42.  Asep Sambodja (Depok)

43.  M. Arman AZ (Lampung)

44.  Bilven Ultimus (Bandung)

45.  Sarabunis Mubarok (Tasikmalaya)

46.  Ayuni Hasna (Bandung)

47.  Sri Alhidayati (Bandung)

48.  Suci Zwastydikaningtyas (Bandung)

49.  Riksariote M. Padl (Bandung)

50.  Solmah (Bekasi)

51.  Hasta Indriyana (Yogyakarta)

52.  Manaek Sinaga (Jakarta)

53.  Endah Hamasah (Thullabi)

54.  Martin Aleida (Jakarta)

55.  Manik Susanti

56.  Nurfahmi Taufik el-Sha’b

57.  Benny Rhamdani (Mizan)

58.  Selvy (Bandung)

59.  Azura Dayana (Palembang)

60.  Dani Ardiansyah (Bogor)

61.  Uryati Zulkifli (DKI)

62.  Ervan (FLP DKI)

63.  Andi Tenri Dala (DKI)

64.  Azimah Rahayu

65.  Habiburrahman el-Shirazy

66.  Elili al-Maliky

67.  Wahyu Heriyadi

68.  Lusiana Monohevita

69.  Asma Sembiring (Bogor)

70.  Yeli Sarvina (Bogor)

71.  Dwi Ferriyati (Bekasi)

72.  Hayyu Alynda (Bekasi)

73.  Herti Windya (Bekasi)

74.  Nadiah Abidin (Bekasi)

75.  Ima Akip (Bekasi)

76.  Lina M (Ciputat)

77.  Murni (Ciputat)

78.  Giyanto Subagio (Jakarta)

79.  Santo (Cilegon)

80.  Meiliana (DKI)

81.  Ambhita Dhyaningrum (Solo)

82.  Lia Oktavia (DKI)

83.  Endah (Bandung)

84.  Ahmad Lamuna (DKI)

85.  Billy Antoro (DKI)

86.  Wildan Nugraha (DKI)

87.  M. Rhadyal Wilson (Bukit Tinggi)

88.  Asril Novian Alifi (Surabaya)

89.  Jairi Irawan (Surabaya)

90.  Putu Oka Sukanta (Jakarta)

91.  Langlang Randhawa (Rumah Dunia)

92.  Muhzen Den (Rumah Dunia)

93.  Renhard Renn (Rumah Dunia)

94.  Fikar W. Eda (Aceh)

95.  Acep Iwan Saidi (Bandung) MENCABUT TANDA TANGANNYA

96.  Usman Didi Hamdani (Brebes)

97.  Diah S. (Tegal)

98.  Cunong Suraja (Bogor)

99.  Muhamad Husen (Jambi)

100. Leonowen (Jakarta)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s