dari berita di sebuah majalah

Posted: 15/05/2013 in Puisi

bocah perempuan itu pecah jantungnya

waktu dituduh mencuri perhiasan tetangga.

airmatanya cuma minyak

memarakkan api di dada sang angkara murka.

 

lalu seorang polisi membawa bocah kecil itu

ke kantornya. lalu polisi itu menendang

badan kecilnya ke dalam sel yang terlalu

besar buat rasa takut di matanya.

dia tak pernah mencuri perhiasan siapa

siapa jawabnya waktu sebuah kepalan

tangan raksasa menghancurkan semua

keriangan kanak kanaknya

selama lamanya.

lalu perempuan kecil itu direndam

bagai selembar sarung kotor di bak mandi

kantor polisi.

lalu perempuan kecil itu dinikmati

jerit kesakitannya oleh dua polisi

yang duduk merokok di kursi yang memaku kuku kakinya

ke semen lantai!

 

airmatanya cuma minyak

memarakkan api di dada sang angkara murka.

 

seorang anak perempuan kecil

berjalan seorang diri dalam kekanak kanakannya

dan bintang bintang di langit dan bulan

di langit dan matahari di langit dan semua

yang ada di langit diam tak berbuat apa apa

waktu seekor burung garuda mematuk matanya

yang indah karena airmatanya jauh lebih hangat

daripada semua cahaya yang mencoba menyelimuti

tanah dari mana dia terusir selama lamanya.

 

(Saut Situmorang)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s