Anatomi Penyiksaan

Posted: 08/09/2019 in Puisi

mata
jangan kau menangis
walau tak henti sepatu sepatu tentara itu
menghajar dada.

mulut
jangan kau mengeluh
walau terbakar kulit daging
disundut rokok rokok itu.

kaki
jangan kau goyah
walau berjam jam kau berdiri
menahanku terpaksa.

perut
bertahanlah.
rasa mual yang amis itu
cuma listrik menggigit darah.

ah, dada yang malang
jantungmu sudah tak tahan
hampir pecah.
tegarlah, tegarlah
jangan kau sampai berkhianat

itu yang diinginkan mereka!

(Saut Situmorang)

Comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s