Potret Sang Anak Muda Sebagai Penyair Protes

Posted: 02/01/2016 in Puisi
Tags: ,

kota kota menggersang. hari hari jahat. hantu
srigala betina bangkit dari sela reruntuhan bangunan.

Drawing: Mohammad Sadam Husaen

Drawing: Mohammad Sadam Husaen

tak ada lagi damba
hanya
lumut dan bara api
menemani sepanjang hari.
aku disergap dentang kematian
dan aku terbakar hangus
dan aku lari tak tentu arah.
api memarak menghangus bajuku
sepasang tanganku
rambut kusutku. dan sambil berlari
aku menjerit memekik. tapi
tak ada yang peduli.
aku memandang ke depan dengan kedua mataku buta
dan ada pedih di sana
aku mendengar sekitarku dengan kedua kupingku tuli
dan ada suara-suara sumbang
buta dan tuli
tak mampu lindungiku
dari suasana hidup yang memilu

mata dan telinga hati
membebani!

1987

Saut Situmorang

Comments
  1. […] with heart, without burden, with hope, without boredom, from the poet’s own post here. This translation was not done with the poet’s consent–but I will ask his permission […]

  2. wawaney says:

    Barusan saya terjemahkan di sini. Boleh ya?😀

    Ikut mendukung!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s