aku adalah mayat

Posted: 16/09/2012 in Puisi

yang terapung di sungai

di samping rumahmu

aku adalah laki laki itu yang kemarin

berpapasan denganmu tapi tak kau hirau

aku adalah laki laki itu yang

melompat masuk ke dalam bus kota

sesak dengan anak anak sekolah dan orang orang pergi kerja

aku adalah bau busuk di sungai

yang meresahkan cicak cicak kecil di rumahmu

aku duduk di bangku kayu warung pinggir jalan

dan memesan sepiring nasi, sepotong ikan asin,

dan sambal belacan

aku adalah laki laki itu yang berteduh di bawah

pohon di pinggir jalan waktu turun hujan

dan sebuah mercedes mencipratkan air lumpur

ke baju dan celanaku

aku selalu ingin makan di restauran mewah

dengan seorang perempuan muda yang jelita

menemani di meja

aku adalah mayat membusuk yang terapung

tersangkut bambu di sungai dekat rumahmu

aku adalah laki laki itu yang mendayung becak

penuh air laut dalam mimpiku

aku adalah laki laki itu yang berjalan terburu buru

tiap kali polisi memapasiku

aku adalah sepucuk surat yang ditunggu tunggu

tapi tak pernah muncul di kampungku

aku adalah laki laki itu yang melambaikan tangannya

dan tinggal airmata di pipi ibu tercinta

aku adalah mayat busuk tak berbaju

yang mengapung di sungai pagi itu

 

aku adalah perempuan muda tak berbaju yang

terapung di sungai di samping rumahmu

aku adalah perempuan itu yang naik bus antar provinsi

ditangisi sawah sawah tak berpadi di kampungku yang jauh

aku adalah perempuan itu yang duduk termangu

di stasiun bus kotamu sore sore mau ke mana tak tahu

aku didekati seorang laki laki yang pandai berkata kata

aku adalah perempuan itu yang cuma punya

sepuluh ribu di saku

aku adalah bau busuk yang mengganggu tidurmu

sepanjang malam itu

aku berdiri di trotoar jalan ditutupi malam

menunggumu

aku tidur sepanjang hari di kampung kumuh

dipagari hotel hotel tinggi bernama asing

aku adalah perempuan itu yang bermimpi

sambil merias diri

aku adalah bus antar provinsi penuh debu

yang tak pernah pulang kembali

 

kami bertemu di atas truk polisi waktu

bulan purnama gemerlapan di air sungai

aku adalah laki laki itu yang memungut puntung

rokok dari dekat kakimu

aku adalah perempuan itu yang memungut

pecah belah dari tong sampah depan rumahmu

aku adalah laki laki itu yang tersenyum tapi tak kau hirau

aku adalah perempuan itu yang tersenyum tapi tak kau hirau

kami adalah wajah wajah itu yang menatap kosong

waktu rumah tepas kami kau buldozer

kami adalah wajah wajah itu yang tertunduk

di atas truk diangkut seperti sampah busuk

aku adalah laki laki itu yang diusir dari kota

terpisah dari istri tercinta

aku adalah perempuan itu yang diusir dari kota

terpisah dari suami tercinta

 

aku adalah laki laki itu yang menyusup kembali

ke kota mencari istri tercinta

aku adalah perempuan itu yang menyusup kembali

ke kota mencari suami tercinta

aku adalah laki laki itu yang di pinggir jalan

berdiri termangu melihat

gedung gedung kota terbakar membara

aku adalah perempuan itu yang di pinggir jalan

berdiri termangu melihat

gedung gedung kota terbakar membara

aku adalah laki laki itu yang di pinggir jalan

berdiri termangu…

aku adalah perempuan itu yang di pinggir jalan

berdiri termangu…

kota terbakar!

kota terbakar!

 

kami adalah mayat membusuk yang

terapung tanpa baju di sungai

di samping rumahmu

pagi itu!

 

auckland, oktober 1998

(Saut Situmorang)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s